BANK SAMPAH "KAROMAH" DESA BAGIK POLAK BARAT KECAMATAN LABUAPI

Foto untuk : BANK SAMPAH "KAROMAH" DESA BAGIK POLAK BARAT KECAMATAN LABUAPI
Share

Sampah!! Karomah solusinya

Prolog

Seiring pertambahan penduduk yang terus meningkat yang berdampak pada peningkatan volume sampah. Sering dimedia juga kita disuguhkan informasi konflik dan masalah yang diakibatkan sampah

Kita banyak melihat bahwa TPA-TPA sudah semakin menggunung yang makin hari tentunya akan terus bertambah sehingga pastinya suatu saat tidak akan tertampung,.

Sehingga perlu ada solusi lain untuk mengurangi beban ke TPA, diantaranya ada berbagai metode, misalnya yang sering kita dengan Recycle (Mendaur Ulang), Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali) atau bisa juga dalam bentuk Upscale (Meningkatkan nilai)

Kondisi Awal

Di desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Bank Sampah "Karomah" hadir untuk ikut andil dalam rangka mengurangi efek buruk munculnya sampah dan memberikan nilai lebih dari sampah tersebut kepada masyarakat sekitar.

Inisiator dari bank sampah "karomah" ini adalah seorang wanita... ya.. seorang wanita yang merasakan langsung kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang bergelut dengan sisa-sisa kegiatan rumah tangga

Siti Mustainnah atau siti biasa dipanggil memiliki mimpi bagaimana mengurangi dampak sampah yang banyak terlihat di lingkungannya, lebih jauh ia bermimpi bagaimana supaya sampah yang timbul bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.

Ia merasa tidak tahu bagaimana mau berbuat, tidak tahu mau memulai dari mana untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Peluang itu muncul manakala ia direkrut menjadi salah satu anggota PKK desa Bagik Polak awal tahun 2015, bermula dari terpilihnya desa Bagik Polak Barat menjadi wakil kecamatan Labuapi dalam lomba PHBS tingkat Kabupaten Lombok Barat.

Akhirnya desa Bagik Polak Barat terpilih sebagai juara I pun berlanjut ditingkat provinsi mendapat juara III, salah satu yang menjadikannya terpilih menjadi juara adalah pengelolaan sampah di desa Bagik Polak, walaupun ibu Siti mengakui bahwa pengelolaan waktu itu masih polesan sementara untuk lomba saja.

Tidak ingin berhenti disitu, ia ingin pengelolaan sampah itu lebih terorganisir, bersama temannya ibu Aeni dan modal seadanya sisa-sisa uang belanja, mereka berjalan dari rumah ke rumah untuk membeli sampah plastik sambil mengajak ibu-ibu yang lain untuk bersama-sama membentuk Bank Sampah.

Proses

Untuk mengenal lebih jauh pengelolaan sampah, bank sampah karomah mengundang narasumber dari Bank Sampah Sejahtera NTB, belajar manajemen, belajar pengolahan dan lebih jauh juga belajar menjadikan sampah barang baru yang lebih bermanfaat.

Tidak cukup dengan pelatihan itu, Ibu siti mengembangkan diri dengan belajar dan terus belajar melalui youtube, sebulan butuh 150.000 untuk kuota dan menelpon.

Merasa sudah ada tambahan pengetahuan dan ada bantuan hibah dari pemerintah Desa Bagik Polak Barat sebesar Rp. 6.000.000, aktifitas bank sampah ditingkatkan.

Peralatan dibeli, artco dan timbangan selebihnya untuk tambahan modal untuk beli dan jual lagi, beli dan jual lagi. kini anggota juga bisa menabung sampah dan nantinya ada bonus diberikan.

Ada aktifitas baru yang ditularkan ibu siti dan rekan-rekannya yang awalnya membidik ibu-ibu PKK Desa kemudian warga sekitar, yaitu menganyam sampah plastik (upscale) menjadi tas, topi dan aneka kerajinan lainnya. mengolah sampah non plastik (sampah organik) menjadi kompos.

Ibu siti tidak sendiri, ia menularkan pengetahuannya kepada ibu-ibu PKK dan kelompok masyarakat yang berminat.

Pengembangan

Tidak berhenti di bagik polak barat saja, Ibu siti mengajak teman-temannya dari desa lain untuk ikut bergerak, memberikan motivasi, menularkan ide dan menjadi tutor.

Usahanya tidak sia-sia, kini bank sampah karomah memiliki binaan di desa telagawaru " bank sampah bersemi" di desa labuapi dan desa merembu. bersama memiliki tujuan yang sama mengurangi dampak sampah dan memberikan nilai lebih untuk keluarga

Output

Sampah yang didapatkan baik dari membeli maupun dalam bentuk tabungan anggota, dipilah menjadi sampah organik dan sampah non organik.

Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan sampah non organik sebagian diolah kembali (upscale) menjadi tas dan sejenisnya dan sebagian lagi dijual dalam bentuk asli

Replikasi

Upaya pengurangan sampah dari sumbernya merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah secara keseluruhan, untuk itu diperlukan upaya replikasi pengelolaan serupa yang berbasis masyarakat di wilayah lain dengan fasilitasi dari Pemerintah Daerah maupun Desa.

Dukungan yang diperlukan untuk proses replikasi ini antara lain penyiapan masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan dana investasi serta yang utama dukungan kebijakan terhadap hasil dari pengelolaan sampah berupa kerajinan dan kompos bisa dipasarkan dengan baik

Informasi Umum

1.

Nama Lembaga

 

Bank Sampah “Karomah”

2.

Alamat

 

Dusun Jereneng Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat NTB

3.

Nomor Telephon

 

0812-3947-6145

4.

Kontak Person

 

Siti Mustainnah

5.

Organisasi

:

Kelompok Masyarakat

6

Bantuan yang pernah diterima

:

1. 6.000.000,00 (Pemdes Bagik Polak Barat)

2.

7

Penghargaan yang pernah diterima

:

 

8

Kategori best practise

:

Sanitasi – Persampahan

Sambutan